Ada banyak
hewan yang biasa disajikan dan dimakan hidup-hidup. Aneh dan tak
terbayangkan memang. Akan tetapi para pecinta kuliner ekstrim menggemari
beberapa hewan yang biasa dimakan hidup dan mentah. Berikut kami sajikan untuk anda.
Katak sashimi
Katak adalah hewan yang biasa disajikan dengan bumbu atau
digoreng. Berbeda dengan yang di Jepang, katak bisa disajikan mentah sebagai menu sashimi.
Katak dipotong menjadi beberapa bagian, disajikan lengkap bersama kulit
yang telah dilepaskan dari dagingnya.
Katak ini kemudian direndam dengan es batu dan dilumuri jeruk lemon agar tidak terlalu amis.
Untungnya saja katak tidak pernah disajikan benar-benar dalam keadaan
hidup. Kita hanya akan melihat semua bagian-bagian tubuhnya di piring. Menu merupakan salah satu menu favorit di Jepan.
Udang Mabuk
Udang mabuk ini berasal dari China, disajikan dalam
keadaan masih hidup atau setengah sadar. Pertama, udang diletakkan
di dalam mangkuk dan direndam dalam kandungan alkohol 40-60%. Ketika
udang sudah mabuk dan terlihat bergerak sangat aktif, inilah waktu yang
tepat mengonsumsinya. Biasanya, orang lebih senang makan udang berukuran
besar ketimbang yang kecil. Udang berukuran besar tidak terlalu aktif
saat sedang mabuk, dan hanya mencoba kabur dengan melompat dari mangkok.
Gurita
Menu gurita ini disebut Sannakji. Disajikan di Korea dan
Jepang. Menu ini dianggap menu yang cukup beken di sana. Sannakji ini biasanya
dimakan dengan bumbu minyak wijen dan. Tentakel gurita ini biasa
dipotong dari gurita hidup dan masih bergerak saat disumpit dan
dicelupkan pada minyak wijen. Masuk ke dalam mulut, tentakelnya
terkadang memberikan perlawanan. Jadi hati-hati saat memakannya dan
segera kunyah agar tidak sampai berhenti di tenggorokan.
Bulu Babi
Bila pergi ke pantai terutama di sore hari, di sana sering
ditemukan bulu babi yang terdampar. Bulu babi ini juga menjadi menu
santapan yang disajikan mentah. Menu yang populer di Italia ini
disebut Ricci di Mare. Jadi, bulu babi disajikan di atas piring dengan
alat pembuka (semacam gunting), kemudian dimakan dengan bantuan sendok.
Namun, ada pula yang lebih puas menikmatinya dengan cara memakan
langsung dari tempurung si bulu babi. Tapi, harus hati-hati karena
jarum-jarum di kulitnya bisa menyengat.
Tiram
Osyter atau tiram, menu ini juga biasa disajikan mentah dengan tetesan
jeruk lemon dan disajikan di atas piring lengkap dengan esnya. Es batu
digunakan untuk membuat tiram tetap segar. Apabila
disajikan segar maka aroma amisnya akan sedikit berkurang. Dan ketika dimakan, rasa gurih serta kesegaran laut segera mewarnai
lidah Anda.
Salad Semut
Namanya memang lucu, Noma. Nama tersebut sebenarnya
berasal dari Kopenhagen yang merujuk pada sebuah restauran yang terkenal
di seluruh penjuru dunia. Bahkan, ia mendudukui ranking dalam best
restaurant in the world. Inovasi makanan di resto ini selalu
menggemparkan. Termasuk, salah satu saladnya, salad semut. Salad ini
sepintas tampak seperti salad pada umumnya.
Tetapi ternyata di dalamnya turut disajikan juga semut hitam yang telah
disimpan di lemari pendingin, sehingga jalannya perlahan. Semut-semut
itu biasanya bergerak di atas daun selada dan mengerumuni tetesan cream. Saat masuk ke
dalam menu resto Noma, harganya bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan
rupiah.
Sabtu, 01 Maret 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
1 komentar:
Menarik
Posting Komentar